DevOps Engineer
Summary
DevOps Engineer at BTPN Syariah, an Indonesian sharia bank. The role designs and manages cloud and on-premise infrastructure using Infrastructure as Code, builds and maintains CI/CD pipelines, monitors and optimizes application/infrastructure performance, and implements automation in collaboration with development teams.
Merancang dan mengelola infrastruktur cloud dan on-premise menggunakan Infrastructure as Code (IaC).
Mengembangkan dan memelihara pipeline CI/CD untuk mendukung proses deployment yang cepat dan stabil.
Melakukan monitoring, troubleshooting, dan optimasi performa aplikasi serta infrastruktur.
Mengimplementasikan automation untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Berkolaborasi dengan tim development dan infrastructure dalam mendukung siklus SDLC.
Minimal S1 Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau jurusan terkait.
Minimal 3 tahun pengalaman sebagai DevOps Engineer atau posisi sejenis.
Memahami Infrastructure as Code (Terraform, Ansible, atau sejenisnya).
Berpengalaman dengan cloud platform (AWS, Azure, atau GCP).
Memahami konsep security, networking, monitoring, dan logging.
BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif, yang biasa disebut 'unbankable'. Melayani segmen tersebut sejak 2010 adalah tantangan sekaligus peluang. Karenanya, BTPN Syariah senantiasa membangun produk dan layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.
Dengan hanya memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki hampir 12.000 karyawan yang melayani langsung ke sentra sentra nasabah di hampir 70% total kecamatan di Indonesia. Pola jemput bola ini bertujuan untuk mengajarkan 4 perilaku unggul nasabah yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), yang dilakukan oleh karyawan yang sebagian besar adalah lulusan SMA yang telah dilatih dengan tepat, sebagai Community Officer Bank.
Sebagai Bank yang juga menghimpun dana, saat ini, terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nasabah pendanaan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,70 juta nasabah aktif (total penerima pembiayaan sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5,2 juta).
Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap tahunnya, diantaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan dan menabung. Ini menunjukan program pembiayaan BTPN Syariah memberikan dampak untuk peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera. Metode dan alat survei yang dipilih merupakan alat yang berlaku internasional dan memiliki kredibilitas yang baik, serta mudah dalam pengimplementasiannya yaitu PPI (Poverty Probability Index) dari IPA (Inovative for Poverty Action).
Keyakinan untuk 'Do Good Do Well' (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata) inilah, yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.
BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif, yang biasa disebut 'unbankable'. Melayani segmen tersebut sejak 2010 adalah tantangan sekaligus peluang. Karenanya, BTPN Syariah senantiasa membangun produk dan layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.
Dengan hanya memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki hampir 12.000 karyawan yang melayani langsung ke sentra sentra nasabah di hampir 70% total kecamatan di Indonesia. Pola jemput bola ini bertujuan untuk mengajarkan 4 perilaku unggul nasabah yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), yang dilakukan oleh karyawan yang sebagian besar adalah lulusan SMA yang telah dilatih dengan tepat, sebagai Community Officer Bank.
Sebagai Bank yang juga menghimpun dana, saat ini, terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nasabah pendanaan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,70 juta nasabah aktif (total penerima pembiayaan sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5,2 juta).
Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap tahunnya, diantaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan dan menabung. Ini menunjukan program pembiayaan BTPN Syariah memberikan dampak untuk peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera. Metode dan alat survei yang dipilih merupakan alat yang berlaku internasional dan memiliki kredibilitas yang baik, serta mudah dalam pengimplementasiannya yaitu PPI (Poverty Probability Index) dari IPA (Inovative for Poverty Action).
Keyakinan untuk 'Do Good Do Well' (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata) inilah, yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.