IT Infra Leader (Cloud Eng, DevOps, DBA)
Summary
Leads an Indonesian company's internal IT infrastructure team spanning cloud engineering, DevOps, and database operations: oversees 24/7 managed-service vendors against SLAs, owns the incident/RCA lifecycle across cloud and on-prem, and translates board needs into technology strategy. Requires 5-8 years in infra plus 2-3 years in a lead role.
- Vendor Management: Menjadi narahubung utama (Single Point of Contact) untuk mengawasi kinerja tim Managed Services dan memastikan mereka memenuhi komitmen SLA 24/7 serta tim Managed Service Eksternal.
- Team Leadership & Governance: Memimpin, memantau KPI, dan mengarahkan operasional tim IT internal harian berdasarkan dokumen SOP/Runbook yang divalidasi.
- Bridge to Board of Directors: Menerjemahkan kebutuhan bisnis Direksi menjadi strategi teknologi, serta mendampingi presentasi teknis bulanan bersama vendor/tim eksternal.
- Incident Lifecycle Owner: Memastikan setiap insiden teknis (baik di cloud maupun on-premise) terdokumentasi dengan baik, mengawal proses pembuatan RCA oleh tim internal dengan konsultasi dgn tim eksternal, dan mengeksekusi rencana perbaikan permanen.
- Minimal S1 Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, atau bidang terkait.
- Minimal 5–8 tahun pengalaman di bidang IT Infrastructure, DevOps, atau Cloud & Database Operations, dengan minimal 2–3 tahun di posisi Lead/Supervisor/Manager.
- Memiliki pengalaman di industri finansial atau perbankan menjadi nilai tambah besar.
- Familiar dengan metodologi kerja DevOps/DevSecOps dan otomatisasi sistem (CI/CD, Kubernetes).
- Memiliki salah satu sertifikasi profesional berikut (Wajib Ada):
- - Database & Security: Oracle Cloud Infrastructure (OCI) Professional (DBA)/Certified Kubernetes Security Specialist (CKS)/sertifikasi keamanan database sejenis.
- Memiliki sertifikasi manajemen tata kelola IT seperti ITIL v4 Foundation, PMP (Project Management Professional), atau sertifikasi cloud level Associate merupakan nilai plus.
- Menguasai troubleshooting tingkat lanjut pada arsitektur High Availability (HA), Disaster Recovery (DR), dan sinkronisasi data sistem hybrid cloud.
- Mampu melakukan analisis forensik log sistem dan root cause analysis secara presisi saat terjadi downtime atau serangan siber.
- Memiliki Leadership yang kuat, kemampuan pemecahan masalah (Analytical Troubleshooting), serta kemampuan komunikasi eksekutif yang baik untuk berhadapan dengan level direksi.