IT Supervisor – Infrastructure & Business Systems
Tanggung Jawab
Mengelola implementasi dan administrasi Lark, HRIS, email perusahaan, ERP/WMS, sistem accounting, serta aplikasi bisnis lainnya.
Mengelola struktur organisasi, user account, role-based access, approval workflow, group, Wiki, Base, audit log, serta pengaturan keamanan pada Lark.
Mengelola proses onboarding, mutasi, dan offboarding akses sistem bersama tim HR.
Membuat dan memelihara inventaris perangkat IT, meliputi komputer, laptop, printer, scanner, perangkat jaringan, CCTV/NVR, serta lisensi software.
Menangani troubleshooting komputer, aplikasi, jaringan LAN/Wi-Fi, VPN, printer, serta perangkat operasional warehouse.
Mengelola firewall, access point, switch, koneksi internet, network segmentation, dan backup connection.
Mengimplementasikan endpoint security, antivirus/EDR, patch management, disk encryption, MFA, serta kontrol administrator.
Menyusun dan menjalankan prosedur backup serta disaster recovery, termasuk melakukan restore test secara berkala.
Mengelola IT helpdesk, SLA, dokumentasi teknis, change log, serta knowledge base.
Berkoordinasi dengan vendor terkait instalasi jaringan, CCTV, employee monitoring system, hardware, dan software.
Memastikan vendor tidak memiliki akses administrator permanen tanpa persetujuan dan pencatatan yang jelas.
Mendukung integrasi API, webhook, dan pertukaran data antara HRIS, Lark, ERP/WMS, serta sistem accounting.
Menyusun laporan bulanan terkait tiket IT, uptime, backup, security incident, aset, lisensi software, serta proyek IT.
Mendukung penyusunan kebijakan penggunaan perangkat, akses sistem, monitoring, dan perlindungan data pribadi bersama tim HR dan Legal.
Kualifikasi
Pendidikan minimal D3/S1 Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer, atau bidang terkait.
Memiliki pengalaman minimal 3–5 tahun di bidang IT Infrastructure, IT Support, atau Business System Administration.
Memiliki pengalaman sebagai PIC atau koordinator dalam implementasi sistem maupun pengelolaan vendor.
Menguasai Windows, Microsoft 365 atau Google Workspace, LAN/WLAN, TCP/IP, VLAN, VPN, firewall, serta troubleshooting hardware.
Memahami user access management, MFA, backup, endpoint security, dan prinsip least privilege.
Memiliki pengalaman menggunakan HRIS, ERP/WMS, accounting system, atau workflow platform.
Memahami dasar SQL, API, webhook, atau no-code automation menjadi nilai tambah.
Pengalaman menggunakan Lark/Feishu menjadi nilai tambah, namun tidak wajib.
Pengalaman di perusahaan e-commerce, retail, distribution, atau warehouse lebih disukai.
Mampu membuat SOP, network diagram, asset register, serta dokumentasi teknis dengan baik.
Mampu berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kemampuan Bahasa Mandarin menjadi nilai tambah.
Memiliki integritas, ketelitian, responsivitas, serta mampu bekerja secara hands-on.
Bersedia menangani insiden kritis di luar jam kerja apabila terjadi gangguan yang berdampak pada operasional warehouse.